Budidaya tanaman secara hidroponik banyak diminati karena tidak perlu menyediakan lahan berupa tanah. Namun sistem budidaya dengan cara seperti ini memerlukan listrik selama 24 jam penuh agar air dan nutrisi dapat tetap tersalurkan.
Melihat kondisi seperti ini Tim Peneleti Fakultas Teknik Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengembangkan teknologi yang dinamakan “Smart Watering”.

Produk ini tentu tidak memerlukan listrik dalam penggunaannya. Menurut CEO Smart Watering Diki Abdulah, Hidroponik yang umumnya ada di Indonesia sekarang itu masih memanfaatkan energi listrik sebagai power untuk menyalurkan air dan nutrisi ke tiap tanamannya yang mana energi ini tidak bisa selalu tersedia setiap saat sehingga banyak sekali kekurangan jika masih mengandalkan teknologi seperti ini.

Penggunaan teknologi Smart Watering mampu menjawab permasalahan tadi karena metodenya yang tidak memerlukan energi listrik sama sekali. “Prinsip kerja dari Smart Watering ini kita menggunakan gravitasi untuk mengalirkannya, jadi dengan adanya gravitasi maka air dan nutrisi yang kita taruh di tandon akan mengalir melalui saluran input ke selang HDPE terus masuk ke bucket, nah sebelum masuk ke bucket itu kita menyimpan teknologi smart watering kita yang nantinya pemberian air dan nutrisi akan diatur sesuai kebutuhan tanamannya” ujar Diki.

Disebutkan Dosen FTIP Unpad Dr. Sophia Dwiratna Nur Perwitasari, S.TP., MT. bahwa Smart Watering ini mengadopsi teknologi dari luar negeri kemudian di modifikasi sesuai ketersediaan barang yang ada di lokal sehingga teknologi self watering system seperti ini merupakan yang pertama ada di Indonesia. Selain di Indonesia, teknologi ini sudah ada di UK dan Australia yang tentu memiliki harga relatif mahal sehingga jika pihak dalam negeri memproduksinya dengan prinsip yang serupa maka diharapkan akan dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas.

Dengan adanya Smart Watering ini diharapkan dapat lebih menarik minat generasi milenial untuk menjadi petani. Biasanya yang membuat banyak orang enggan menjadi petani karena bidang pertanian konvensional identik dengan kotor, ribet, dan sebagainya. Oleh karena itu, Smart Watering menawarkan segala kemudahan-kemudahan dan tentunya memiliki manfaat lain seperti meringankan pekerjaan, produktivitas tanaman lebih cepat, kualitas yang lebih unggul, dan memiliki rasa yang lezat.
Berangkat dari penelitian, kini Smart Watering sedang mengalami hilirisasi produk dan direncanakan akan dibangun workshop atau bengkel hidroponik sehingga produk Smart Watering dapat diproduksi secara massal.

Sebelumnya Smart Watering buatan Tim Peneliti FTIP Unpad ini sudah banyak dipesan oleh kebanyakan individu dan beberapa waktu lalu dilirik juga oleh pihak perkantoran seperti Kantor Otoritas Jasa Keuangan Bandung.
Pemesanan Smart Watering bisa dilakukan melalui direct message instagram (@dr_hidroponik) dan bisa juga diakses melalui link yang ada pada bio instagramnya. (den/tim_magang)

Share This

Share This

Share this post with your friends!