Implan gigi merupakan suatu bahan alloplastik berupa metal anchor yang biokompatibel dan dipasang melalui prosedur bedah ke dalam tulang rahang untuk mendukung mahkota artifisial di daerah gigi hilang. Implan merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah kehilangan gigi, terutama untuk mengembalikan fungsi dari hilangnya gigi tersebut, yaitu fungsi mastikasi, fungsi bicara, dan memperbaiki estetika wajah secara keseluruhan. Implan gigi akan memberikan retensi dan dukungan kekuatan pada pemasangan gigi tiruan, baik gigi tiruan cekat maupun lepasan dengan stabilitas yang lebih baik dan rata-rata kesuksesan 97% untuk 10 tahun. Data statistik dari American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons menunjukkan bahwa 69% orang dewasa berusia 35 hingga 44 tahun telah kehilangan setidaknya satu gigi permanen karena kecelakaan, kelainan periodontal, perawatan saluran akar yang gagal, atau kerusakan gigi. Pada usia 74 tahun, 26% orang dewasa telah kehilangan semua gigi permanennya. Oleh karena itu, penggunaan implan gigi mencapai sekitar 450.000 yang dipasang per tahun, mendekati jumlah implan sendi pinggul dan lutut. Begitu juga di Indonesia, salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak terjadi pada masyarakat Indonesia adalah kehilangan gigi. Penyebab utama dari masalah ini yaitu karies dan penyakit periodontal. Prevalensi nasional kelainan gigi dan mulut mencapai 25,9%. Kehilangan gigi nasional pada usia 35-44 tahun yaitu 0,4% dan semakin meningkat pada usia 65 tahun ke atas yaitu sebesar 17,6%. Data Riskedas juga mengungkapkan bahwa terdapat 51,4% masyarakat Indonesia mengalami kehilangan gigi, sedangkan yang menerima perawatan implan gigi hanya sekitar 0,2% dan mayoritas terkonsentrasi di kota Bali. Kebutuhan implan gigi diperkirakan akan bertambah di masa depan karena semakin meningkatnya pertumbuhan pasar global serta kebutuhan untuk pemasangan implan gigi setiap tahunnya. Perkembangan ini memaksa akademisi, praktisi maupun industri untuk berlomba dalam melakukan riset guna meningkatkan kualitas implan gigi. Menyambut tantangan ini, telah dikembangkan prototipe implan gigi screw-threaded buatan dalam negeri oleh FKG Unpad bekerjasama dengan Badan Riset Nasional (BRIN) dan PT. Pudak Scientific. Prototipe ini dibuat menggunakan material commercially pure titanium grade 4 (CpTi G4) dan didesain sedemikian rupa untuk meningkatkan kemampuan integrasi material implan gigi terhadap jaringan sekitar.

Tujuan Inovasi: Menciptakan dan menguji prototipe implan gigi agar dapat digunakan dengan aman dan efisien oleh masyarakat indonesia serta dapat bersaing secara global dengan produk-produk implan import yang beredar di Indonesia.

Manfaat: Dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mengembalikan fungsi pengunyahan dan bicara pasien, dan memperluas pemanfaatan implan gigi ini agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dari berbagai golongan ekonomi dengan harga yang terjangkau.

TKT 6: Demonstrasi Model atau Prototipe Sistem/Subsistem dalam lingkungan yang relevan

Peneliti: Ira Komara/Fakultas Kedokteran Gigi

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!