Sejumlah peneliti dari Universitas Padjadjaran menghasilkan inovasi alat Viral Transport Medium (VTM) untuk menyimpan sampel pemeriksaan swab Covid-19. Inovasi bernama “Viral Transport Medium Unpad (VitPAD)-Iceless Transport System” ini diklaim memiliki beberapa kelebihan dibanding alat VTM komersial lainnya.
Inovasi ini dikembangkan oleh para peneliti Unpad dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, antara lain Dr. Hesti Lina Wiraswati, Dr. Shabarni Ghaffar, Dr.rer.nat. Shavira Ekawardhani, Lia Faridah, dr., M.Si., dan Nisa Fauziah, dr., M.Kes. VitPad dikembangkan untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab Covid-19. Selama ini, Indonesia masih mengandalkan produk VTM impor untuk menyimpan spesimen sampel swab Covid-19. Alat VitPAD dikembangkan dengan sejumlah modifikasi. Dikembangkan di Laboratorium Rumah Sakit Pendidikan dan Lab Biokimia Unpad.
Ujii coba sudah dilakukan dengan memasukkan sampel ke dalam VitPAD. Hasilnya, sampel pada VitPAD bisa disimpan pada suhu kamar hingga 15 hari. Hal ini cukup membantu memudahkan proses transportasi sampel. Pasalnya, sampel pada VTM komersial biasanya harus dijaga pada suhu 2 – 8 derajat Celcius.
Keunggulan lain dari VitPAD adalah mampu menekan harga jual daripada produk impor. Dr. Hesti menjelaskan, harga satu kit VTM komersial saat ini berkisar antara Rp 70 ribu – 120 ribu. Berdasarkan estimasi harga, harga satu kit VitPAD skala laboratorium berada di kisaran Rp 40 ribu.
Saat ini, VitPAD sedang dalam tahap perizinan proses produksi. (unpad.ac.id)
| Deskripsi Singkat Produk Inovasi | Alat Viral Transport Medium VTM untuk menyimpan sampel pemeriksaan swab Covid-19
Alat Viral Transport Medium (VTM) untuk menyimpan sampel pemeriksaan swab Covid-19. Inovasi bernama “Viral Transport Medium Unpad (VitPAD)-Iceless Transport System” ini diklaim memiliki beberapa kelebihan dibanding alat VTM komersial lainnya, karena VitPAD tahan suhu ruang dan murah. |
| Tujuan Inovasi | VitPad dikembangkan untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab Covid-19. Selama ini Indonesia masih mengandalkan produk VTM impor untuk menyimpan spesimen sampel swab Covid-19. |
| Keunikan | VitPAD dibuat dari bahan standar mikrobiologi biasa, sehingga bahan ini relatif lebih mudah didapatkan sehingga mudah memproduksinya, tahan lama dan lebih murah. |
| Manfaat Produk Inovasi | Alat VTM yang dihasilkan dapat memudahkan proses pengiriman sampel dari faskes ke laboratorium pengujian dengan tetap mengutamakan keamanan sampel. |
| Dampak | Dengan ketahanan yang lebih baik, VitPAD tentunya dapat digunakan untuk menaruh sampel tanpa menggunakan boks pendingin. Dengan demikian, alat ini bisa menjangkau sampel di lokasi yang jauh dari fasilitas pemeriksaan Covid-19. Alat VitPAD dikembangkan dengan sejumlah modifikasi untuk memfasilitiasi Kesehatan di Jawa Barat. |
| Kemitraan | VitPAD bermitra dengan PT. Trimed dan untuk distribusi PT. Bina. Untuk skala lab, Unpad sudah memproduksi sebanyak 100 buah. VitPAD direncanakan akan produksi sebanyak 3.000 buah setiap bulannya, yang akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jawa Barat.* |