Kabar gembira bagi Anda yang gemar ‘ngemil’ biskuit namun takut dengan resiko gemuk atau peningkatan gula darah. Saat ini peneliti Universitas Padjadjaran telah berhasil mengembangkan biskuit sehat dengan rasa tak kalah enak dengan biskuit di pasaran.
Biskuit yang diberi nama “Bonnisa” tersebut dikembangkan oleh dua dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP), Debby Sumanti dan In-in Hanidah. Keduanya memanfaatkan sejumlah bahan pangan lokal untuk membuat biskuit prebiotik berbentuk persegi panjang berwarna kecokelatan tersebut.
Beberapa bahan yang digunakan adalah bonggol pisang, ubi jalar, dan kedelai hitam. Bahan-bahan tersebut kemudian diformulasikan sedemikan rupa hingga mengandung senyawa Fos dan Inulin.
Kedua kandungan tersebut adalah media yang mampu memperbanyak bakteri probiotik di dalam usus. Selain itu, Bonnisa juga mengandung senyawa isoflavon yang dapat berperan sebagai antioksidan bagi tubuh. Biskuit ini bermanfaat untuk menurunkan kolesterol
Bonnisa pun aman bagi Anda yang tidak dapat mengonsumsi banyak tepung terigu karena sifatnya yang gluten-free. Selain itu, dalam satu porsi penyajiannya terdapat kandungan karbodidrat berbagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun dalam tubuh, lemak nabati untuk mempertanhankan kolesterol baik dalam tubuh, dan serat pangan untuk membantu menghambat penyerapan kolesterol jahat dalam darah. satu porsi Bonnisa sudah sangat cukup untuk dikonsumsi untuk sarapan.
Dari hasil pengujian in-vivo, Bonnisa mampu menurunkan kolesterol hingga 54,37%. Selain itu, biskuit ini juga dapat menurunkan gula darah hingga 46,35%. Karena kandungannya, biskuit ini aman dikonsumsi oleh segala lapisan usia di atas 2 tahun.
Dari hasil riset pasar, Bonnisa juga disukai oleh semua usia. Bonnisa dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp10.000 per pak ukuran kecil.
Inventor:
Debby Sumanti dan In-in Hanidah.
Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP)