UNPAD sudah memulai produksi Rapid Tes sendiri yang jauh lebih akurat dan jauh lebih murah dibanding yang impor sekarang ini. Keakuratan 80% sudah hampir setara dengan tes PCR.

Rapid Test 2.0 ini menggunakan metode deteksi antigen bukan antibody seperti yang selama ini dipergunakan. Dinamai DETEKSI CEPAD, sesuai semboyan “Biar cepad asal selamat”.
Tujuan Produk Inovasi
UNPAD sudah memulai produksi Rapid Tes sendiri yang jauh lebih akurat dan jauh lebih murah dibanding yang impor sekarang ini. Keakuratan 80% sudah hampir setara dengan tes PCR.
Manfaat Produk Inovasi
Mendeteksi Antigen (Virus) penyebab sakit menggunakan sampel nasofaring (swab). Hasil dapat diketahui dalam 10-15 menit
Status :
Validasi dengan sampel virus covid-19
Inventor : Sekretaris Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf, PhD

Universitas Padjadjaran atau Unpad kembali berkontribusi dalam pencegahan pandemi virus corona (Covid-19) di Jawa Barat dengan memproduksi alat rapid test yang diklaim lebih cepat sekitar 20 menit dan akurat dalam mendeteksi penyakit.

Alat medis yang diproduksi para ilmuwan dari fakultas Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan BionIformartika atau PRBMB Unpad tersebut dinamakan Deteksi Cepad.

Sekretaris PRBMB Unpad, Muhammad Yusuf mengungkapkan, alat rapid test terbaru ini bisa lebih cepat karena mendeteksi langsung antigen dari orang yang menunjukan gejala terinfeksi suatu penyakit dibanding alat rapid test konvensional yang mendeteksi antibodi.

“Kami di pusat riset mengembangkan rapid test untuk deteksi anti gen Covid-19. Yang melatarbelakanginya kami melihat sebetulnya rapid test sangat membantu dalam penanganan wabah, jadi bisa menentukan penyakitnya itu sudah menyebar dimana saja dan ketika orang sudah menunjukkan gejala sakit bisa diprediksi penyebab penyakitanya apa,” ucapnya

Menurut Yusuf, dengan mendeteksi langsung antigen, alat rapid test yang diproduksi Unpad bisa lebih cepat dalam mendiagnosa penyakit pada tubuh seseorang.

“Sebelum ini yang tersedia itu baru deteksi antibody, kami pikir deteksi antibody juga proses sampling-nya relatif cepat tapi ketika rapid test ini ingin digunakan untuk bisa memprediksi atau ketika orang sedang menunjukkan gejala sakit dengan deteksi antibody kemungkinan hasilnya akan nonreaktif karena biasanya kemungkinan antibody-nya belum terbentuk sehingga kami berfikir untuk melengkapi rapid test yang sudah ada dengan deteksi antigen-nya,” jelasnya.

Yusuf berharap, dengan lengkapnya paket rapid test ini dimana ada deteksi antibody dan deteksi antigen penanganan wabah Covid-19 ini bisa lebih baik kedepannya.

“Kita bersyukur dengan adanya wabah ini ada hikmahnya banyak sekali yang kemudian bergerak dari akademisi, industri yang sama-sama bergerak mengembangkan banyak inovasi untuk mengatasi masalah covid,” kata Yusuf, di Gedung Sate, Kamis (25/06). (Parno)
sumber: https://jabarprov.go.id/index.php/news/38247/2020/06/25/Deteksi-Cepad-Lebih-Cepat-dan-Akurat-Buatan-Unpad

Share This

Share This

Share this post with your friends!