BANDUNG, 30 Mei 2024

Universitas Padjadjaran Direktorat Inovasi dan Korporasi  (Inovkor) Unpad menyelenggarakan Workshop Klaster Kesehatan di UTC Unpad, Kamis (30/5/2024). Kegiatan Ini menjadi salah satu strategi Inovkor Unpad untuk hilirisasi invensi dan hasil riset yang dimiliki  Unpad sekaligus menjalankan Fungsi Inovkor sebagai  Penghubung (Hub’s) dalam Proses hilirisasi dan komersialisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Inventor dan peneliti yang terkait dengan klaster Kesehatan. Kegiatan ini dirancang   agar inventor dapat berkolaboras dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang dimiliki inventor lainnya.

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Prof. Tomy Perdana dalam pembukaanya mengatakan bahwa Penguatan lingkungan yang saling mendukung inovasi  perlu dikuatkan agar hasil-hasil inovasi terus berkembang dan dapat dihilirisasikan, selain itu inovkor yang memiliki fungsi sebagai “hub’s” harus membuat strategi konvergensi dalam rangka hilirisasi inovasi dengan kata lain klaste inovasi Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri dan harus di dukung dengan inovasi di bidang lainnya seperti klaster inovasi teknologi pangan pertanian, klaster inovasi teknologi kimia bahkan klaster sosial yang mendukung implementasi klaster Kesehatan. Klaster-klaster ini menjadi ekosistem inovasi unpad untuk saling membantu dan menguatkan masing-masing inovasi.

Tomy Perdana juga mengatakan bahwa workshop ini menjadi awal dari lini masa pengembangan klaster inovasi Kesehatan Unpad yang nantinya ada serangkaian kegiatan lainnya yang saling terkait yang tujuan utamanya tetap pada hilirisasi dan komersialisasi inovasi yang dimiliki Unpad. Komersialisasi inovasi merupakan perjalanan Panjang dari inovasi dan dalam perjalanan ini banyak dinamika yang harus kita hadapi bersama, tak jarang hasil inovasi yang memasuki lembah kematian hingga gagal komersial, melalui ekosistem ini kita bersama-sama saling membantu dan berkolaborasi  menuju komersial.

Workshop ini dihadiri oleh 65 inventor dan Terdapat 48 Produk inovasi yang terbagi menjadi produk Kesehatan sebanyak 20, Produk pendukung Kesehatan 16 dan non physical sebanyak 12. Produk-produk ini diindentifikasi oleh inventor serta peneliti berdasarkan lini masa yaitu masa sebelum produk dibuat dan masa setelah produk dibuat. Inventor mengidentifikasi kebutuhan, kekurangan, dan pengembangan serta upaya komersialisasi dalam produk yang dimilikinya, selanjutnya peserta lain dapat memberikan masukan untuk mengembangkan produk tersebut termasuk kolaborasi yang dapat dilakukan antar inventor.

Dalam workshop ini inovkor juga menjaring masukan dari para inventor dalam pengembangan komersialisasi dan hilirisasi di Unpad, yang nantinya masukan ini akan di elaborasi dan diimplementasi sebagai proses pengembangan sistem kerja inovkor. (hltha_inovkor)

Share This

Share This

Share this post with your friends!