Universitas Padjadjaran kembali membuat Inovasi dalam dunia pertanian terutama dalam pembudidayaan Tomat, antara lain yaitu Tomat Beef. 

Tomat beef dikembangkan oleh Syariful Mubarok, S.P., M.Sc., Ph.D. bagian dari Departemen Budidaya Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dan  Ketua Prodi Agroteknopreneur dalam rangka proyek penelitian unggulan Universitas Padjadjaran.

 

 “Alasan dalam pembudidayaan tomat ini merupakan komoditas holtikultural yang berbeda dengan holtikultural lainnya. Pembudidayaan tomat ini banyak diminati oleh konsumen dan mempunyai nilai tinggi dalam pembudidayaan tomat beef ini dengan perawatan pertanian secara hidroponik. Sekarang kita melihat harga tomat beef ini mungkin lumayan sangat tinggi harga tomat beef ini dengan jenis tomat lainnya yang mencapai Rp.25.000, sehingga kami membudidayakan tomat ini.” Ujar Pak Syariful.

Tujuan diadakannya pembudidayaan tomat beef dan lainnya adalah untuk edukasi dalam kebutuhan penelitian riset, magang mahasiswa Fakultas Pertanian dan bisnis nantinya. 

Keunggulan tomat beef ini ada beberapa kriteria dalam pembudidayaannya  dan juga perawatan khusus dalam menanamnya. 

“Dalam pembudidayaan tomat beef yang diinginkan adalah kualitas yang baik, sehingga penanaman di hidroponik dapat meningkatkan kualitas buahnya. Tomat beef ini bisa tumbuh di cuaca kering namun dengan sistem hidroponik  bisa diatur nutrisi dan perawatannya.”Ujar Pak Syariful.

Pembudidayaan tomat beef di lahan Green House Universitas ini berbeda dengan sistem pertanian lainnya karena dalam pengembangan budidaya tomat beef ini memakai 2 sistem yaitu Irigasi tetes dan Smart Watering.  

Panen Raya Tomat Beef

Pembudidayaan tomat beef di lahan Green House Universitas ini memakai 2 sistem yang berbeda yaitu Irigasi tetes dan Smart Watering.

“Dalam perawatannya kami melakukan pemupukan  dan pengairan sehingga kami dalam pembudidayaan tomat beef ini memakai sistem irigasi tetes dan sistem smart watering. Sehingga dalam peremajaan tomat ini adalah dalam produksinya 4 – 6 bulan dari hasil panen. Setelah itu kami babat habis dalam beres  panen dan bersihkan sanitasi dalam greenhouse. Kemudian kami kembali penanaman toma ini, sehingga dalam 1 tahun  dalam 1 greenhouse dapat memproduksi hingga 3 atau 4 kali produksi.”ujar Pak Syariful . 

Untuk dalam hal tipe pembudidayaan pertanian tomat beef di Green house Universitas Padjadjaran ini memakai tipe indeterminate untuk mengefektifkan dalam perawatan dan pertumbuhan tomat beef. 

“Perawatan tomat beef ini ada 2 tipe yaitu yang sifatnya indeterminate dan determinate. Dalam pembudidayaan tomat beef ini memakai indeterminate. Cara pembudidayaannya itu dilakukan dengan satu batang untuk satu tanaman dengan membuang tunas – tunas sampingnya dan juga diujung kami memotong tunas apikalnya.”Sambung Pak Sariful. 

Selain itu, pengembangan penelitian riset tomat beef menggandeng beberapa pihak dari luar negeri dan dalam negeri. 

Panen raya tomat Beef

Rektor dan Direktur Inovasi dan Korporasi dalam Panen Raya Tomat Beef di Green House Lahan Penelitian Hidroponik Unpad

“Hasil penelitian ini adalah tomat yang pertama kali kami kembangkan dari hasil riset dan kali ini kami hanya bisa memproduksi buahnya saja tidak dengan benihnya karena  Tomat ini adalah hasil riset kita dengan bekerjasama  University Of Tsukuba Jepang pada 2017 dan kami bekerja sama juga dengan Balai Penelitian Lembang untuk mendapatkan kultivar dari hasil hybridad. Kami juga sedang mengembangkan yang namanya tomatosi yang sudah didaftarkan Kementerian Pertanian“.

Pengembangan tomat beef pak Syariful dan Tim Pengembangan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran juga mengembang inovasi dalam pembuahan jenis tomat lainnya selain tomat beef. 

“Ada beberapa tomat sudah dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yaitu tomat tahan simpan. Tomat tahan simpan ini  merupakan hasil kegiatan riset dilakukan oleh kita dengan keunggulannya adalah mempunyai ketahanan simpan yang lebih lama dibandingkan tomat lain. Tomat tahan simpan ini bisa mencapai  5 – 10 hari dalam ruangan terbuka. Pertanian sebagai varietas pemuliaan tanaman. Melakukan hasil riset penelitian kami juga meneliti tomat tanpa biji. Jadi dalam hasil penelitian ini yang kami akan kembangkan adalah tomat beef, tomat tahan simpan, tomat tanpa biji dan tomat yang tahan dalam kekeringan.” Ujar Pak Syariful. 

 Lahan yang dimiliki Greenhouse Hidroponik Universitas Padjadjaran dari beberapa greenhouse ini ada 5 greenhouse yaitu  4 Lahan Greenhouse ini untuk budidayaan tanaman tomat dan 1 greenhouse untuk budidayaan tanaman hias.

Share This

Share This

Share this post with your friends!